Penyebab Perut Buncit, Paha Besar, Betis Besar, Pantat Besar

Penyebab Perut Buncit, Paha Besar, Betis Besar, Pantat Besar

langsing dalam 2 minggu smart detox

Penyebab Perut Buncit

Perut buncit dapat dialami oleh siap saja, perut buncit ini juga tidak hanya berlaku untuk mereka yang memiliki bentuk tubuh yang gemuk, tetapi mereka yang bertubuh langsing pun dapat memiliki perut yang buncit. Memiliki perut yang buncit tentunya akan sangat mengganggu kesempurnaan penampilan anda dan lebih parah lagi, perut buncit dapat menyebabkan gejalan penyakit yang berbahaya.

Penyebab perut buncit ini adalah karena penebalan zat omentum yang berada di rongga perut. Zat omentum sendiri sebenarnya berguna bagi tubuh untuk melindungi organ bagian dalam kita.

Apa sebenarnya organ omentum ini? Mengapa Perut buncit dapat disebabkan oleh organ omentum? omentum sendiri merupakan jaringan lemak yang berada di rongga perut. Jaringan lemak ini menjadi jaringan yang paling banyak menyerap lemak di dalam tubuh.

Jika badan anda mengalami kenaikan berat badan dan yang bertambah adalah lemak tubuh, maka jaringan omentum akan menjadi semakin besar, tebal, dan menggumpal. Hal inilah yang membuat perut anda semakin buncit. Namun sebaliknya jika berat badan anda turun yang disertai dengan berkurangnya kadar lemak dalam tubuh, maka omentum ini juga akan menyusut kembali.

Pada artikel selanjutnya dijelaskan bagaimana kita mencegah supaya perut tidak buncit. klik di sini

Penyebab Paha Besar

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan paha menjadi besar yakni karena penumpukan lemak. Tak hanya itu saja, masih banyak lagi faktor penyebabnya. Akan
tetapi sebelum kita mengulas lebih dalam lagi mengenai cara mengecilkan paha
dengan cepat dan alami, sebaiknya anda menyimak penjelasan di bawah ini.
Faktor Penyebab Paha Menjadi Besar

1. Genetik
Faktor genetik memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan bentuk tubuh anda,
termasuk bagian paha. Tak hanya itu saja, bentuk tubuh juga memiliki peran penting
terhadap ukuran paha. Bentuk pantat dan paha yang besar sering dialami oleh wanita
yang memiliki bentuk tubuh pir atau pear shaped. Sementara wanita yang memiliki
bentuk tubuh cone shaped memiliki paha dan kaki yang lebih ramping.

2. Lemak
Faktor lemak bisa dialami oleh siapa pun, termasuk oleh wanita yang memiliki tubuh
ramping sekalipun. Bila anda merupakan wanita dengan tubuh ramping dan memiliki
tubuh yang ideal tetapi setiap harinya anda mengkonsumsi makanan yang berlemak,
maka pada akhirnya anda pun juga akan memiliki paha yang berukuran besar. Jadi,
anda perlu membakar lemak dipaha dengan cara yang tepat.

3. Otot
Disamping faktor penyebab paha besar yang telah disebutkan diatas, otot juga merupakan alasan penyebab mengapa paha anda berukuran besar. Kemungkinan memang anda memiliki otot paha yang besar secara alami, dimana otot tersebut terdiri dari bagian serat pada otot.

Pada artikel selanjutnya dijelaskan bagaimana cara kita mengecilkan paha dan betis dengan olah raga. Klik di sini dan klik di sini.

Penyebab Betis Besar

Betis besar bagi para pria mungkin bukanlah suatu masalah. Akan tetapi, bagi seorang wanita tentunya hal ini akan menjadi perhatian. Bukan suatu hal aneh, karena memang pada dasarnya wanita ingin terlihat cantik dan feminin, apalagi mereka kerap mengenakan bawahan pendek dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Sayangnya, masalah betis besar ini tidak lantas dapat dengan mudah diatasi. Ada beberapa hal yang bisa memicu betis menjadi besar pada wanita. Penasaran? Yuk simak bahasannya di bawah ini.

1. Keturunan
Jika hal ini disebabkan oleh faktor genetik, maka tidak banyak yang dapat Anda lakukan untuk mengecilkan ukuran betis Anda. Untuk mengetahuinya, Anda bisa melihat betis orang tua atau sanak saudara Anda yang lain. Mungkin Anda masih dapat merubah sejumlah variabel anatomi, namun tidak dengan yang lainnya.

Sebagai contoh, Anda memiliki tendon achilles yang lebih pendek, maka otot betis Anda pun akan terlihat besar. Mengapa demikian? Hal ini karena otot betis tidak dapat memanjang, jadi inilah yang akan memenuhi tendon yang pendek.

Sementara itu, jika Anda memiliki tendon yang panjang, maka tendon ini akan memanjang lebih jauh ke kaki Anda. Sehingga hal ini akan memungkinkan otot betis lebih tinggi yang akan membuatnya terlihat lebih kecil.

Jadi memang tidak mungkin untuk dapat memperpanjang tendon betis. Akan tetapi, Anda dapat menghindari gerakan yang akan memicu otot betis menjadi besar.

2. Kebiasaan dan Aktifitas
Perlu Anda tahu bahwa sering berjalan dengan mata kaki maka akan memicu otot betis naik ke atas. Untuk itulah jika Anda tidak ingin betis Anda besar, maka sebaiknya hindarilah aktivitas yang memaksa Anda menumpukan berat badan pada ujung mata kaki. Hal ini termasuk berjalan menggunakan high heels.

3. Pembebanan yang berlebihan
Pembebanan lebih banyak pada otot betis ketika Anda berjalan akan memicu otot-otot di sekitar tendon menjadi lemah serta menyebabkan betis menjadi besar. Nah, jika otot di bagian depan bawah kaki lemah, maka ini tentu akan memperpanjang otot betis.

4. Lemak
Kemungkinan lain yang memicu otot betis besar yaitu banyaknya lemak di daerah ini. Setiap orang memang bisa saja menghadapi masalah ini. Sayangnya, daerah ini memang kerap menjadi suatu tempat pergeseran lemak terakhir ketika menurunkan berat badan.
Dalam hal inilah Anda harus bisa bersabar karena kemungkinan tempat ini menjadi tempat terakhir untuk pergeseran lemak dari tubuh. Saat kaki dan paha sudah ramping, maka tentunya Anda tidak perlu lagi merasa minder.

Tidak sedikit memang wanita yang cenderung minder dengan masalah betis besar. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sebenarnya ada dua wanita ternama seperti Masha Barton dan Katie Holmes yang masih terlihat menarik, walaupun memiliki betis yang besar. Karenanya, meskipun kemungkinan besar Anda tidak bisa mengecilkan betis Anda, maka fokuslah di bagian-bagian tubuh penting lainnya yang bisa membuat diri Anda terlihat menarik.

Pada artikel selanjutnya dijelaskan bagaimana cara kita mengecilkan paha dan betis dengan olah raga. Klik di sini dan klik di sini.

Penyebab Pantat Besar

Pendapat masyarakat yang menyatakan bahwa terlalu banyak duduk bisa menyebabkan bokong menjadi tepos atau kecil, sepertinya salah. Ini berdasarkan penemuan baru dari ilmuwan asal Tel Aviv University yang menyebutkan bahwa sering duduk malah akan membuat bokong menjadi lebih besar.

Para ilmuwan tersebut mengungkap bahwa ‘ekspansi sel’ memainkan peran kunci dalam produksi lemak, yang bila terjadi tekanan pada sel tersebut maka menyebabkan sel bertambah besar hingga 50 persen.

Studi juga menganalisis terjadinya akumulasi sel-sel lemak di dalam tubuh, dan mengungkap bahwa nutrisi hanya berperan kecil dalam menjaga kerampingannya.

Profesor Amit Gefen dari Departemen Teknik Biomedis menyatakan:

“Kami ingin mencari tahu apa akibat dari gaya hidup pasif (kurang aktifitas) yang juga menyebabkan obesitas.”

“Kami menemukan bahwa sel-sel lemak yang mengalami tekanan berkelanjutan, seperti apa yang terjadi pada bokong ketika Anda sedang duduk – mengalami pertumbuhan lipid yang lebih cepat. Ini yang merupakan molekul pembawa lemak.”

Fakta berbeda terjadi pada otot dan jaringan tulang, yang akan mengecil bila ditekan terus. “Sel lemak malah akan meluas hingga 50 persen,” ungkapnya

Hasil penelitian yang dipublikasi dalam Journal Biofisik ini bisa jadi cukup mengejutkan. Sebab biasanya persepsi umum adalah terlalu banyak konsumsi lemak adalah penyebab bertambahnya lemak dalam tubuh seseorang.

“Ini membuktikan bahwa Anda tidak hanya apa yang Anda makan. Namun juga dari apa kebiasaan Anda, dan kebiasaan duduk yang Anda lakukan,” ujarnya seperti dilansir oleh Dailymail.

Dengan hasil penelitian ini diharap bisa menjadi langkah pertama dalam menemukan cara-cara baru untuk mengobati orang dengan masalah obesitas atau berat badan di waktu mendatang.

Pada artikel selanjutnya dijelaskan bagaimana kita mencegah supaya pantat tidak besar. klik di sini

Yang dicari dari search engine:

Leave a Reply